Waddedaily.com | Serang,- Seorang kakek asal Desa Tegal Sapan, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, yang sempat viral karena hidup di rumah tidak layak huni, kini bisa bernapas lega.
Rumah milik kakek bernama Sukardi (65) itu kini telah berhasil dibangun kembali sehingga ia bersama istrinya kini dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
Pembangunan rumah tersebut diketahui bukan berasal dari anggaran pemerintah daerah Kabupaten Serang melainkan sumbangan dari partai besutan Prabowo Subianto yakni Gerindra.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin, mengatakan pembangunan rumah tersebut berasal dari sumbangan para kader partai yang rutin digalang dalam setiap bulannya.
“Bantuan ini dari hasil sumbangan kader. Jadi memang kami rutin menyisihkan dana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk kondisi darurat seperti ini,” ujar Muhibin saat menyerahkan bantuan pada Sabtu (7/03/2026).
Ia menjelaskan, dana sumbangan itu memang disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya ketika bantuan dari pemerintah belum bisa segera turun karena terkendala administrasi dan yang lainya.
“Kasus Pak Sukardi ini butuh bantuan cepat. Sementara kalau menunggu anggaran pemerintah kadang ada proses administrasi yang cukup lama. Karena itu kader-kader berinisiatif membantu lebih dulu,” katanya.
Rumah baru tersebut pun menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Sukardi, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini. Muhibin menyebut bantuan itu diharapkan bisa menjadi kado Lebaran bagi kakek Sukardi bersama istrinya tersebut.
“Alhamdulillah sekarang rumahnya sudah berdiri. Mudah-mudahan ini bisa jadi kado Lebaran untuk Pak Sukardi supaya beliau bisa tinggal lebih nyaman,” ucapnya.
Muhibin menambahkan, bantuan pembangunan rumah untuk Sukardi bukanlah yang pertama dilakukan oleh kader Partai Gerindra.
Sepanjang tahun 2025, pihaknya mencatat telah membangun sekitar enam unit rumah tidak layak huni yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Serang.
Jika dihitung secara biaya, rata-rata pembangunan satu unit rumah menghabiskan dana sekitar Rp30 juta hingga Rp40 juta.
Adapun rumah yang dibangun menggunakan konsep “Aladin”, yaitu atap, lantai, dan dinding yang layak sehingga dapat dihuni dengan aman oleh masyarakat.







