Waddedaily.com | Serang, — Sebanyak 744 operator sekolah jenjang SD negeri dan swasta di Kabupaten Serang mengikuti peningkatan kapasitas untuk memastikan validasi data pendidikan berjalan akurat menjelang batas waktu cut off Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) 2026.
Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang, pada 18–24 Agustus 2026 itu difokuskan pada penguatan kemampuan operator dalam mengelola dan memvalidasi data sekolah. Peserta dibagi menjadi lima batch agar pelaksanaan lebih efektif, dengan rata-rata sekitar 150 operator pada setiap batch.
Sejumlah materi strategis diberikan, mulai dari peningkatan mutu operator, penyaluran dan validasi data, sinkronisasi aplikasi Dapodik versi rilis terbaru, mekanisme verifikasi Program Indonesia Pintar (PIP), hingga mekanisme penyaluran BOSP.
Kasi PDPK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Ali Rohmatullah, mengatakan ketepatan data menjadi hal krusial karena kesalahan administrasi dapat berdampak langsung terhadap penyaluran bantuan sekolah.
“Kita ingin memastikan data sekolah benar-benar valid. Jangan sampai karena ada data yang keliru atau administrasinya tidak lengkap, akhirnya bantuan tidak tersalurkan. Ini yang harus kita cegah sejak awal,” kata Ali.
Menurutnya, operator sekolah memiliki posisi penting dalam memastikan seluruh data yang masuk ke sistem sesuai dengan kondisi sebenarnya. Karena itu, peningkatan kapasitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis mengoperasikan aplikasi, tetapi juga ketelitian dalam memeriksa setiap data.
“Operator ini bukan sekadar mengisi data. Mereka menjadi salah satu pintu utama agar data sekolah yang digunakan pemerintah benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, ketelitian itu sangat penting,” ujarnya.
Ali menambahkan, pembaruan aplikasi Dapodik juga menuntut operator untuk memahami perubahan sistem dan mekanisme terbaru. Dengan begitu, proses validasi dan sinkronisasi dapat dilakukan tepat waktu sebelum cut off BOSP 2026.
“Kita dorong semua operator memahami versi aplikasi terbaru dan tidak menunggu sampai batas akhir. Kalau dikerjakan lebih awal, kesalahan masih bisa diperbaiki dan risiko gagal salur bisa ditekan,” katanya.
Selain persoalan BOSP, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme verifikasi PIP. Hal ini dinilai penting agar data penerima bantuan sesuai dengan ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan pada tahap penyaluran.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan di tingkat sekolah. Dengan data yang akurat, proses penyaluran berbagai program bantuan pemerintah diharapkan berjalan lebih tepat sasaran dan tidak terkendala persoalan administrasi.







