Waddedaily.com | Serang, Semangat mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan bahagia tercermin dalam Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kabupaten Serang yang berlangsung di Lapangan Heroik Grup 1 Kopassus, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (28/7/2026).
Mengusung tema “Gerakan Anak Indonesia Sehat, Kuat dan Bahagia”, kegiatan yang diselenggarakan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Serang ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Lebih dari 20 ribu anak bersama orang tua dan pendamping hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas edukatif dan menghibur.
Peringatan HAN 2026 juga mendapat dukungan dari Sakatonik Curcuma, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong tumbuh kembang anak Indonesia agar lebih sehat, aktif, dan berprestasi.
Bunda PAUD Kabupaten Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, yang juga menjabat sebagai Bupati Serang, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk dukungan yang diberikan Sakatonik Curcuma.
“Saya secara pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk berbagai pihak, yang telah menyelenggarakan kegiatan Hari Anak Nasional. Ini dalam rangka menjadikan anak-anak kita tumbuh dengan sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya kepada wartawan.
Menurut Ratu Zakiyah, Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Upaya membangun karakter, kesehatan, serta kecerdasan anak sejak usia dini menjadi fondasi penting menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Kalau anak-anak kita sehat, berkualitas, kemudian juga karakternya bisa terbentuk dengan baik, maka tentu Indonesia Emas, Generasi Emas akan bisa kita wujudkan,” tandasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan membangun generasi unggul tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga. Orang tua merupakan lingkungan pertama sekaligus utama dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, karakter, dan pola asuh yang positif bagi anak.
“Oleh karena itu, dalam keluarga, orang tua, baik mama maupun papa, itu harus kolaborasi, harus saling berinteraksi, harus saling bekerja sama menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk ketika anak tidak mau makan. Apalagi misalnya makanan-makanan yang bergizi, anak-anak tidak mau makan. Nah di sinilah peran orang tua untuk bersama-sama menjadikan anaknya bisa terbiasa untuk makan dengan makanan yang sehat dan bergizi,” ajaknya.
Selain menjadi ajang edukasi, peringatan Hari Anak Nasional juga diharapkan mampu menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak untuk bermain, berinteraksi, serta mengekspresikan pendapatnya. Menurutnya, pemenuhan hak-hak anak merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang secara optimal.
“Ketika anak-anak bisa menyampaikan pendapatnya dan hak salah satunya adalah ruang bermain. Hak juga bagi anak-anak supaya bisa berkembang, bertemu dengan teman-teman sebayanya dan menciptakan kreasi-kreasi yang lain. Jadi saya yakin kegiatan ini pasti memberikan kesan yang positif terutama bagi anak-anak itu sendiri,” paparnya.
Di tengah perkembangan gaya hidup saat ini, Ratu Zakiyah juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap pola konsumsi anak, khususnya makanan cepat saji. Menurutnya, kebutuhan gizi yang seimbang menjadi faktor penting agar proses tumbuh kembang berlangsung optimal.
“Kalau anak-anaknya pengen sehat, tumbuh kembangnya ingin optimal, sesuai dengan usianya, maka tentu harus memakan makanan yang bergizi dan sehat. Tapi bukan makanan yang mahal, tapi bergizi dan sehat,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sekaligus meningkatkan kesadaran memanfaatkan layanan kesehatan dasar seperti Posyandu, terutama bagi ibu hamil maupun yang memiliki balita.
“Kita harus edukasi masalah kesehatan, yang lebih penting warganya jangan malas karena terkadang kalau di daerah-daerah itu suka terkontaminasi tidak ingin datang ke posyandu, tidak ingin mendengarkan edukasi kesehatan padahal itu hal yang penting. Jadi kalau ibunya sehat, ibunya kuat, Insya Allah anaknya juga sehat dan kuat,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HAN 2026 Kabupaten Serang, Desi Ferawati, mengatakan antusiasme masyarakat jauh melampaui perkiraan. Selain diikuti lebih dari 20 ribu anak, kegiatan tersebut juga dihadiri para orang tua dan pendamping karena pelaksanaannya terbuka untuk masyarakat umum.
“Peserta yang hadir lebih dari 20 ribu, alhamdulillah ditambah dengan orang tua dan pendamping,” ujarnya.
Menurut Desi, penyelenggaraan Hari Anak Nasional tahun ini sengaja dikemas berbeda agar menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan bagi anak-anak maupun keluarga. Beragam aktivitas edukatif, hiburan, hingga pembagian voucher dan hadiah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
“Jadi ada yang berbeda dari biasanya. Saya sebagai ketua panitia, alhamdulillah banget terhadap antusias masyarakat Kabupaten Serang yang turut serta berpartisipasi memeriahkan Hari Anak Nasional ini,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Pokja Bunda PAUD, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat, Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Serang diharapkan menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak anak, peningkatan kualitas gizi, kesehatan, pendidikan, serta pembentukan karakter sebagai bekal menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi Banten, jajaran Grup 1 Kopassus, unsur perbankan, BUMD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Adv)







