Waddedaily.com | Nagekeo, – Di tengah jejak kerusakan yang ditinggalkan gempa Flores, Tim PIKI Peduli bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026).
Tidak sekadar membawa paket bantuan, kehadiran tim menjadi bentuk nyata kepedulian untuk menemui langsung masyarakat yang berada di pusat gempa dan mereka yang kehilangan rasa aman akibat kerusakan rumah serta naiknya air laut pascagempa.
Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan Posko Terpadu PGI–GMIT–Klasis Flores Barat di sejumlah titik wilayah terdampak. Tim PIKI Peduli menyambangi dua lokasi di Kecamatan Boawae, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Posko Bantuan Gabungan BNPB di Dadiwuwu, Kelurahan Lape, Kecamatan Nangandero, Kabupaten Nagekeo.
Penyaluran pertama dilakukan pada pukul 12.30 WITA di Kelurahan Nagesapadhi, Kecamatan Boawae, yang merupakan salah satu wilayah pusat gempa. Bantuan disalurkan kepada 73 kepala keluarga terdampak.
Selanjutnya, Tim PIKI Peduli bergerak menuju Kelurahan Natanage, Kecamatan Boawae, untuk menyalurkan bantuan kepada 36 kepala keluarga terdampak yakni anggota Jemaat GMIT Pniel Boawae.
Dengan demikian, pada dua titik penyaluran di Kecamatan Boawae, sebanyak 109 kepala keluarga menerima bantuan paket sembako. Setiap paket terdiri atas 1 karung beras SPHP 5 kilogram, 1 kilogram gula pasir Kristal, 1 botol minyak goreng 800 ml, 2 packs biskuit, 10 bungkus mi instan, 3 bungkus kopi sachet, serta 1 pack teh.
Proses pendistribusian bantuan di dua wilayah tersebut turut dibantu oleh pemuda Posko Terpadu dan GMKI Cabang Kupang, terutama dalam proses pengangkutan bantuan sehingga dapat diterima oleh masyarakat terdampak.
Setelah menyelesaikan penyaluran di Kecamatan Boawae, Tim PIKI Peduli kemudian melanjutkan perjalanan menuju Posko Bantuan Gabungan BNPB di Dadiwuwu, Kelurahan Lape, Kecamatan Nangandero. Di posko tersebut, Tim PIKI Peduli menyalurkan 150 paket sembako, 10 paket obat-obatan, serta 1 dus susu.
Posko Gabungan Dadiwuwu menjadi salah satu tempat berkumpulnya masyarakat yang terdampak gempa dari sejumlah wilayah. Terdapat 21 tenda gabungan yang menampung masyarakat dari empat kelurahan/desa terdampak, yaitu Dangu, Lape, Nangandero, dan Aeramo, dengan total mencapai 509 kepala keluarga.
Sebagian pengungsi yang berada di posko tersebut berasal dari wilayah pesisir dan bermata pencaharian sebagai nelayan. Gempa menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Kondisi tersebut semakin diperberat dengan naiknya air laut pascagempa yang mencapai sekitar satu meter, sehingga turut memberikan dampak terhadap kawasan permukiman masyarakat pesisir.
Pada pukul 16.30 – 17.30 WITA, Tim PIKI Peduli juga mengunjungi perumahan nelayan yang terdampak kenaikan air laut sesaat setelah gempa. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat serta dampak yang dialami warga di wilayah pesisir.
Kepala Kesekretariatan DPP PIKI, Timotius Lubis, menyampaikan bahwa kehadiran Tim PIKI Peduli di Nagekeo merupakan bagian dari komitmen PIKI untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami hadir di Nagekeo bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk melihat dan merasakan secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Flores tahu bahwa mereka tidak sendiri. PIKI akan terus berupaya hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Timotius Lubis.
Sementara itu, Koordinator Posko Gabungan Dadiwuwu, Bapak Mansur Muhaimin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian PIKI Peduli yang telah hadir secara langsung serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan yang berarti bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Melalui penyaluran bantuan di wilayah Nagekeo, PIKI Peduli kembali menegaskan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat dalam situasi bencana. Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sembako, obat-obatan, dan susu bagi masyarakat, tetapi juga melalui kehadiran langsung untuk melihat kondisi warga serta memahami kebutuhan mereka di lapangan.
PIKI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Posko Terpadu PGI–GMIT–Klasis Flores Barat, Posko Bantuan Gabungan BNPB Dadiwuwu, para pemuda Posko Terpadu, GMKI Cabang Kupang, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pendistribusian bantuan sehingga dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Perjalanan Tim PIKI Peduli di Nagekeo menjadi bagian dari rangkaian pelayanan kemanusiaan PIKI Peduli Bencana Flores. Dari wilayah pusat gempa hingga kawasan pesisir yang terdampak, kehadiran PIKI diharapkan tidak hanya memberikan bantuan bagi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membawa penguatan dan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Gempa mungkin meninggalkan luka, tetapi solidaritas harus meninggalkan harapan. PIKI Peduli akan terus bergerak, hadir, dan melayani masyarakat yang membutuhkan.







