Waddedaily.com | Serang, – Kemajuan teknologi yang kian pesat menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dasar. Kepala sekolah dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, sekaligus memastikan kemampuan akademik dan pembentukan karakter siswa tetap menjadi perhatian utama.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, dalam kegiatan bimbingan teknis kepala sekolah SD yang digelar pada Kamis, (29/10/2026).
“Kemajuan teknologi ini tidak bisa dibendung. Karena itu, kepala sekolah harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada, tanpa mengabaikan kualitas pendidikan anak-anak,” ujar Abidin.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga capaian akademik peserta didik yang menjadi perhatian. Ia menilai hasil tes akademik anak mengalami penurunan sehingga diperlukan langkah evaluasi di tingkat sekolah.
“Tes akademik anak saat ini anjlok. Kepala sekolah harus terus melakukan pemetaan masalah pada anak, sehingga persoalan yang memengaruhi kemampuan belajar mereka bisa diketahui,” katanya.
Abidin menegaskan, pemetaan persoalan siswa perlu menjadi bagian dari upaya sekolah memperbaiki kualitas pembelajaran. Selain kemampuan akademik, pembentukan budi pekerti juga tidak boleh dikesampingkan di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat.
“Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik. Budi pekerti anak juga harus diperhatikan. Kepala sekolah perlu memastikan kedua aspek ini berjalan seiring,” tuturnya.
Di sisi lain, Abidin mengungkapkan masih banyak posisi kepala sekolah yang kosong di Kabupaten Serang. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan guru yang memiliki kompetensi untuk melanjutkan kepemimpinan di satuan pendidikan.
“Guru-guru yang memiliki kompetensi harus mulai mempersiapkan diri untuk mengambil estafet kepemimpinan sebagai kepala sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Edi Junaedi, menjelaskan bahwa pembekalan tersebut baru diikuti 48 kepala sekolah karena keterbatasan anggaran.
“Peserta yang mengikuti pembekalan ini hanya perwakilan. Kami belum bisa mengikutsertakan seluruh kepala sekolah karena keterbatasan anggaran,” kata Edi.
Seperti diketahui, jumlah SD di Kabupaten Serang mencapai 687 sekolah. Dengan demikian, pembekalan yang berlangsung selama dua hari tersebut baru menjangkau sebagian kecil kepala sekolah.







