Waddedaily.com | Serang, – Kabar mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sempat membuat sebagian wisatawan menunda rencana berlibur ke kawasan Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Namun, masyarakat dan wisatawan kini memiliki informasi penting mengenai kondisi geografis kawasan wisata tersebut yang berada cukup jauh dari pusat erupsi.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, memang terjadi penurunan kunjungan wisatawan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu turut berdampak terhadap tingkat keterisian kamar hotel di kawasan Anyer dan Cinangka.
“Memang minggu-minggu kemarin ada penurunan kunjungan. Lumayan, cukup drastis juga penurunannya,” kata Anas melalui sambungan telepon, Kamis (17/9/2026).
Menurut Anas, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan tersebut adalah kekhawatiran wisatawan setelah Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan munculnya informasi mengenai sebaran abu vulkanik.
Meski demikian, jarak menjadi salah satu hal yang perlu diketahui wisatawan. Seperti diketahui Kawasan Anyer berada lebih dari 40 kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
“Jaraknya jauh, dari kawah ke Anyer itu 40 kilometer lebih,” ujarnya.
Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai posisi kawasan wisata Anyer terhadap pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Anas menjelaskan, radius siaga berada sekitar tiga kilometer dari kawasan kawah.
“Sedangkan yang masuk siaga itu tiga kilometer dari kawasan kawah gunung. Jadi untuk Anyer sendiri sebetulnya masih jauh,” katanya.
Liburan Tetap Nyaman dengan Informasi yang Akurat
Bagi wisatawan, informasi resmi menjadi bagian penting sebelum menentukan agenda perjalanan. Karena itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Serang terus berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Kita sudah bekerja sama dengan BPBD. Informasi tetap harus waspada, tetapi informasi yang kita sampaikan harus berdasarkan berita resmi,” jelasnya.
Anas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas.
Wisatawan disarankan mengikuti perkembangan melalui lembaga resmi seperti BMKG dan BPBD Kabupaten Serang.
“Kami berharap pemberitaan dan informasi bisa dilihat dari berita resmi, dari BMKG, dari BPBD Kabupaten Serang. Kita selalu hadirkan berita-berita yang ter-update,” tuturnya.
Dengan informasi yang tepat, wisatawan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi kawasan wisata sebelum melakukan perjalanan.
Kesiapsiagaan Jadi Prioritas
Tidak hanya memantau aktivitas gunung api, pemerintah daerah juga terus memastikan kesiapsiagaan di kawasan wisata. Jalur evakuasi dan lokasi aman telah disiapkan sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi kondisi darurat.
“Intinya jalur-jalur evakuasi mungkin sudah disiapkan, tempat-tempat aman juga sudah disiapkan,” pungkas Anas.
Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan rasa aman sekaligus menjaga aktivitas pariwisata di Kabupaten Serang tetap berjalan dengan baik.
Saatnya Kembali Menikmati Pesona Anyer
Anyer dan Cinangka selama ini dikenal sebagai kawasan wisata pesisir yang menjadi pilihan masyarakat untuk menikmati suasana pantai. Di tengah adanya perhatian terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau, pemerintah daerah terus berupaya memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang akurat dan terkini.
Anas berharap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda dan kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung semakin meningkat.
“Mudah-mudahan dengan informasi yang akurat, masyarakat bisa kembali berkunjung ke Anyer,” katanya.
Bagi masyarakat yang merencanakan liburan ke Anyer dan Cinangka, mengikuti informasi resmi menjadi langkah penting. Dengan pemantauan yang terus dilakukan, koordinasi lintas instansi, serta kesiapan jalur evakuasi dan lokasi aman, wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih tenang dan tetap memperhatikan perkembangan terbaru dari pihak berwenang.
Anyer tetap memiliki daya tariknya sebagai destinasi wisata pesisir Kabupaten Serang. Pastikan informasi yang menjadi rujukan berasal dari sumber resmi, sehingga pengalaman berwisata dapat berlangsung dengan nyaman sekaligus tetap mengutamakan kewaspadaan. (Adv)







