Waddedaily.com | Serang– Potensi ekonomi di sejumlah desa di Kabupaten Serang mulai menunjukkan hasil. Salah satunya Desa Kibin, Kecamatan Kibin, yang mengembangkan usaha ayam petelur dan kini mampu memproduksi sekitar 2.100 butir telur setiap hari.
Dengan populasi sekitar 2.400 ekor ayam, produksi tersebut ternyata masih jauh dari kebutuhan pasar. Tingginya permintaan membuat telur hasil produksi warga Desa Kibin memiliki pasar yang relatif terbuka.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, mengatakan produksi telur Desa Kibin saat ini baru mampu memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan pasar. Kondisi itu sekaligus memperlihatkan besarnya peluang pengembangan usaha peternakan di tingkat desa.
“Permintaan sangat tinggi, bahkan banyak yang harus antre. Pedagang lebih memilih membeli langsung ke kandang karena harganya lebih murah dan kualitasnya lebih segar,” katanya, Senin, (13/7/2026).
Pengembangan usaha ayam petelur di Desa Kibin menjadi salah satu contoh penerapan desa tematik yang tengah diperkuat Pemerintah Kabupaten Serang. Melalui program tersebut, desa didorong untuk tidak hanya mengandalkan potensi yang tersedia, tetapi mengembangkannya menjadi sektor ekonomi yang memiliki nilai tambah.
Konsep desa tematik diarahkan agar setiap desa memiliki identitas berdasarkan potensi unggulannya. Dengan begitu, pengembangan ekonomi tidak dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan karakteristik wilayah, sumber daya, serta peluang pasar yang tersedia.
Menurut Rudy, pola tersebut mulai berkembang di berbagai desa di Kabupaten Serang. Sejumlah desa mengembangkan sektor perikanan, pertanian, peternakan hingga usaha berbasis teknologi budidaya.
“Mayoritas desa sudah memiliki potensi yang didorong untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ada yang mengembangkan bioflok lele, nila, gurame, hingga desa melon, semangka, hidroponik, bahkan desa ayam petelur,” ujar Rudy, Senin, (13/7/2026).
DPMD Kabupaten Serang menilai keberagaman potensi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa. Ketika potensi lokal dapat dikembangkan menjadi usaha produktif, manfaat ekonominya diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, pada 2026 DPMD terus memperluas pendampingan terhadap desa yang belum menentukan sektor unggulannya. Pendekatan dilakukan dengan mengidentifikasi potensi wilayah, berdiskusi bersama pemerintah desa, hingga menyusun arah pengembangan yang dinilai paling sesuai.
Rudy mengatakan, kondisi infrastruktur dasar yang semakin baik turut membuka ruang bagi desa untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi. Namun, potensi tersebut tetap membutuhkan arah pengembangan yang jelas agar tidak berhenti sebatas kegiatan usaha skala kecil.
“Kami melakukan pendekatan dengan berdialog langsung agar desa tidak lagi bingung menentukan arah pengembangan potensi mereka,” ujarnya.
Pengalaman Desa Kibin menunjukkan bahwa ketika potensi desa dipertemukan dengan kebutuhan pasar, peluang ekonomi baru dapat tumbuh dari tingkat paling lokal. Model serupa kini terus didorong agar desa-desa lain di Kabupaten Serang mampu menemukan dan mengembangkan keunggulan masing-masing.
Melalui penguatan desa tematik, Pemkab Serang menargetkan semakin banyak potensi lokal yang berkembang menjadi sumber pendapatan dan kegiatan ekonomi produktif masyarakat.
Pendampingan pemerintah daerah, penguatan kelembagaan desa, serta keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat menjadi bagian dari upaya tersebut. Dengan strategi itu, pembangunan desa diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga menciptakan basis ekonomi yang mampu tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang. (Adv)







