Kamis, 5 November 2026 | 01:13:00
Waddedaily.com
Advertisement
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Daerah
    • Serang
    • Cilegon
    • Lebak
    • Pandeglang
    • Tangerang Raya
  • Pariwisata
  • Sosial Budaya
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Daerah
    • Serang
    • Cilegon
    • Lebak
    • Pandeglang
    • Tangerang Raya
  • Pariwisata
  • Sosial Budaya
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Kuliner
No Result
View All Result
Waddedaily.com
No Result
View All Result

Dalang Cilik Devan Fais Ramadhan Harumkan Kabupaten Serang di Festival Nasional, Dindikbud Beri Dukungan Penuh

Membawakan lakon Sabakingking Kawedar dengan pakem Gagrak Wayang Kulit Banten, Devan menjadi representasi generasi muda yang turut menjaga kekayaan budaya daerah

admin by admin
4 November 2026
in Serang
Dalang Cilik Devan Fais Ramadhan Harumkan Kabupaten Serang di Festival Nasional, Dindikbud Beri Dukungan Penuh

Dalang cilik Devan Fais Ramadhan, perwakilan Kabupaten Serang, berpose di sela keikutsertaannya dalam Festival Dalang Anak Nasional 2026 di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 2–4 November 2026 | Dok. Istimewa

ADVERTISEMENT
Bagikan ke :

Waddedaily.com | Serang, – Komitmen Pemerintah Kabupaten Serang dalam menjaga dan melestarikan seni budaya daerah terus diwujudkan melalui pembinaan generasi muda. Salah satu bukti nyata dari upaya tersebut terlihat dari keikutsertaan Devan Fais Ramadhan, dalang cilik asal SDIT Ibadurrahman Ciruas, dalam Festival Dalang Anak Indonesia (FDAI) Kategori A yang digelar pada 2–4 November 2026 di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Keikutsertaan Devan dalam festival tingkat nasional tersebut tidak terlepas dari dukungan dan fasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang yang dipimpin H. Aber Nurhadi, M.Pd. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal kekayaan seni tradisi daerahnya.

Baca Juga

Ratu Zakiyah Perkuat SDM Pemuda Desa, Fasilitasi Beasiswa Magang ke Jepang

Dindikbud Kabupaten Serang Perluas Akses Beasiswa, Pendidikan Kesetaraan Jadi Alternatif Anak Putus Sekolah

Semarak Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang, Jawara Banten Run 5K Diikuti Ribuan Peserta

Dalam festival tersebut, Devan membawakan lakon sejarah berjudul “Sabakingking Kawedar” dengan mengangkat pakem khas Gagrak Wayang Kulit Banten. Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda Kabupaten Serang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Banten di hadapan masyarakat dan insan seni dari berbagai daerah.

Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, H. Aber Nurhadi, M.Pd., mengatakan bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan para seniman yang sudah ada. Regenerasi harus dimulai sejak anak-anak agar kesenian tradisional tetap dikenal dan memiliki penerus.

ADVERTISEMENT

“Kalau bukan kita yang mengenalkan budaya sendiri kepada anak-anak, siapa lagi? Karena itu, kami ingin seni tradisional tidak hanya menjadi cerita tentang masa lalu, tetapi tetap hidup dan dikenal oleh generasi sekarang,” ujar Aber Nurhadi.

Menurutnya, keikutsertaan anak-anak dalam festival seni tradisional seperti FDAI merupakan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah.

Ia menilai, anak-anak perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Apalagi, seni dan kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta kepribadian peserta didik.

“Anak-anak yang belajar seni tradisional sebenarnya sedang belajar banyak hal. Mereka belajar disiplin, kesabaran, keberanian tampil, menghargai proses, dan memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap karya seni. Jadi, manfaatnya bukan hanya soal kemampuan memainkan wayang atau tampil di atas panggung,” jelasnya.

Pelestarian Budaya Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter

Aber Nurhadi menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Pembentukan karakter, akhlak, moral, dan kecintaan terhadap budaya bangsa juga harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, seni tradisional seperti wayang kulit Gagrak Banten memiliki nilai pendidikan yang sangat kaya. Di dalamnya terdapat pesan moral, filosofi kehidupan, sejarah, serta nilai-nilai kearifan lokal yang relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda.

“Pendidikan akhlak, moral, dan penguatan karakter harus menjadi orientasi utama dalam dunia pendidikan kita saat ini. Melalui seni tradisional, anak-anak bisa belajar tentang nilai kehidupan dengan cara yang menarik. Mereka tidak hanya mengenal kesenian, tetapi juga memahami pesan dan filosofi yang diwariskan para leluhur,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keberadaan seni budaya lokal di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup anak-anak saat ini. Menurutnya, kemajuan zaman seharusnya tidak membuat generasi muda kehilangan jati diri dan melupakan akar budayanya.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap perkembangan zaman. Anak-anak sekarang hidup di era digital dengan berbagai pengaruh budaya dari luar. Namun, mereka juga harus mengenal budaya sendiri. Jangan sampai mereka lebih mengenal budaya bangsa lain, sementara kesenian daerahnya sendiri justru tidak diketahui,” ungkap Aber.

Karena itu, Dindikbud Kabupaten Serang terus mendorong agar potensi seni dan budaya mendapat perhatian di lingkungan pendidikan. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas, bakat, dan kecintaan terhadap kebudayaan daerah.

Dindikbud Siapkan Ruang bagi Generasi Muda Berbakat

Lebih lanjut, Aber menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus membuka peluang bagi peserta didik yang memiliki minat dan bakat di bidang seni budaya. Menurutnya, setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi yang perlu ditemukan serta dikembangkan.

“Tidak semua anak harus menonjol di bidang yang sama. Ada yang memiliki kemampuan akademik, ada yang berbakat di bidang olahraga, seni, maupun keterampilan lainnya. Tugas kita adalah memberikan kesempatan agar potensi mereka bisa berkembang. Jangan sampai ada bakat anak yang terpendam hanya karena tidak mendapatkan ruang,” katanya.

Ia berharap keikutsertaan Devan dalam Festival Dalang Anak Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya di Kabupaten Serang untuk berani mengembangkan kemampuan dan mencintai seni tradisional.

Aber juga menegaskan bahwa upaya pelestarian budaya membutuhkan kesinambungan. Pembinaan tidak boleh berhenti hanya karena seorang anak berhasil tampil dalam satu kegiatan atau festival, melainkan harus menjadi bagian dari proses panjang dalam membangun generasi penerus seni tradisi.

“Harapan kami, Devan bukan menjadi satu-satunya anak yang memiliki kesempatan seperti ini. Ke depan, semakin banyak anak Kabupaten Serang yang berani tampil, berprestasi, dan membawa nama daerah melalui bidang yang mereka tekuni. Kami ingin potensi-potensi seperti ini terus tumbuh,” tambahnya.

Wayang Kulit Gagrak Banten, Warisan yang Harus Terus Hidup

Bagi Dindikbud Kabupaten Serang, penampilan Devan dengan lakon “Sabakingking Kawedar” bukan sekadar partisipasi dalam sebuah festival. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah dan kekayaan budaya Banten kepada generasi muda maupun masyarakat luas.

Aber Nurhadi berharap seni wayang kulit Gagrak Banten dapat terus berkembang dan semakin dikenal, tidak hanya di lingkungan masyarakat Banten, tetapi juga di tingkat nasional.

“Budaya daerah adalah identitas yang harus kita jaga. Kita ingin anak-anak Kabupaten Serang tumbuh menjadi generasi yang maju, mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap mengenal sejarah dan budayanya sendiri. Modern boleh, berprestasi harus, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri,” tegasnya.

Ia menambahkan, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat, dan seluruh unsur pendidikan. Melalui pembinaan sejak dini, warisan budaya diharapkan tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, melainkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Keikutsertaan Devan Fais Ramadhan dalam Festival Dalang Anak Indonesia menjadi salah satu langkah positif dalam perjalanan tersebut. Dari panggung seni nasional, dalang cilik asal Kabupaten Serang ini membawa pesan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda. (Adv)

Advertisement

Post Terkait

Ratu Zakiyah Perkuat SDM Pemuda Desa, Fasilitasi Beasiswa Magang ke Jepang
Serang

Ratu Zakiyah Perkuat SDM Pemuda Desa, Fasilitasi Beasiswa Magang ke Jepang

3 November 2026
Dindikbud Kabupaten Serang Perluas Akses Beasiswa, Pendidikan Kesetaraan Jadi Alternatif Anak Putus Sekolah
Serang

Dindikbud Kabupaten Serang Perluas Akses Beasiswa, Pendidikan Kesetaraan Jadi Alternatif Anak Putus Sekolah

2 November 2026
Semarak Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang, Jawara Banten Run 5K Diikuti Ribuan Peserta
Serang

Semarak Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang, Jawara Banten Run 5K Diikuti Ribuan Peserta

1 November 2026
Pemkab Serang Dukung Transisi Energi, Limbah Desa Disiapkan Jadi Sumber Ekonomi Baru
Serang

Pemkab Serang Dukung Transisi Energi, Limbah Desa Disiapkan Jadi Sumber Ekonomi Baru

31 Oktober 2026
Tembok SDN Pabuaran Ambruk, Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Puing
Serang

Tembok SDN Pabuaran Ambruk, Warga Kompak Gotong Royong Bersihkan Puing

31 Oktober 2026
Pemkab Serang Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Pengawasan Diperluas hingga Desa
Serang

Pemkab Serang Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Pengawasan Diperluas hingga Desa

30 Oktober 2026
Leave Comment

Berita Populer

  • Antara Tradisi dan Modernitas: Ceramah KH. Syaiful Karim dalam Perspektif Tasawuf

    Antara Tradisi dan Modernitas: Ceramah KH. Syaiful Karim dalam Perspektif Tasawuf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Potret Seorang Menteri dan Peci yang Tak Pernah Tertinggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratu Rachmatu Zakiah: Keturunan Ulama Besar, Siap Pimpin Kabupaten Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Asli Orang Banten pada Masa Silam: Jejak Sejarah dan Budaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perusahaan vs Ormas dan LSM, Guncang Stabilitas Perekonomian di Kawasan Industri Serang Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Akun Sosial Media Kami

Informasi

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

© 2024 WaddeDaily - All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Daerah
    • Serang
    • Cilegon
    • Lebak
    • Pandeglang
    • Tangerang Raya
  • Pariwisata
  • Sosial Budaya
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Kuliner

© 2024 WaddeDaily - All Rights Reserved.