Waddedaily.com | Serang, – Tembok pagar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pabuaran, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, ambruk setelah dihantam hujan deras pada Jumat sore (30/10/2026). Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Ambruknya tembok pagar sekolah diduga dipicu tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Selain itu, kondisi bangunan yang sudah tua juga disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab robohnya tembok.
Mendapatkan informasi kejadian tersebut, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang bersama para guru langsung turun ke lokasi untuk membersihkan puing-puing bangunan. Penanganan juga dilakukan sebagai langkah awal sebelum pembangunan kembali tembok pagar sekolah.
Kabar baiknya, rencana pembangunan kembali tembok pagar yang ambruk tersebut sudah diusulkan dan akan segera direalisasikan. Dengan demikian, diharapkan kondisi lingkungan sekolah dapat kembali tertata dan memberikan rasa aman bagi para siswa maupun tenaga pendidik.
Menariknya, proses pembersihan tidak hanya dilakukan pihak sekolah dan dinas terkait. Sejumlah warga sekitar juga tampak antusias turun tangan membantu membersihkan material tembok yang ambruk.
Suasana gotong royong dan kekompakan begitu terasa. Maklum, lokasi sekolah berada di tengah lingkungan permukiman warga sehingga keberadaan SDN Pabuaran memiliki kedekatan tersendiri dengan masyarakat sekitar.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, mengaku sangat mengapresiasi kepedulian dan antusiasme warga yang secara sukarela membantu penanganan pascakejadian tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga. Tidak menyangka antusiasmenya begitu besar. Ini bukti bahwa masyarakat memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan,” ujar Abidin.
Ia berharap pihak sekolah terus membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Sementara itu, salah seorang warga, Cecep Nurjaya, mengaku terdorong ikut membantu karena mayoritas warga di kampungnya pernah mengenyam pendidikan di SDN Pabuaran tersebut.
“Kami ikut membantu karena sekolah ini sudah menjadi bagian dari masyarakat. Mayoritas warga di sini pernah bersekolah di sini,” ungkap Cecep.
Ia bersama warga lainnya pun menyatakan siap dilibatkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu pembenahan sekolah.
“Kami siap membantu jika dibutuhkan. Harapannya, sekolah ini bisa kembali bagus dan anak-anak belajar dengan nyaman,” pungkasnya.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap dunia pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pihak sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.







